WhatsApp baru-baru ini tampaknya kewalahan di sektor security nya. Baik pihak WhatsApp maupun pihak developer, NSO Group telah mengkonfirmasi bahwa eksploitasi di dalam WhatsApp's Voice Calling memungkinkan hacker menyelipkan spyware Pegasus NSO ke device Android dan iOS. Bahkan hal ini dapat terjadi sekalipun pengguna tidak menjawab panggilan tersebut. Selain dapat melihat informassi lokasi dan pesan, Pegasus juga dapat mengakses kamera dan microphone pengguna.
Sementara para pelaku hacker tersebut belum dapat diidentifikasi, ada sebuah dugaan bahwa pelaku kemungkinan berasal dari sebuah negara di Timur Tengah, tujuannya berkaitan dengan hak asasi manusia. Sebelumnya ada upaya yang gagal pada tanggal 12 Mei untuk mengkompromikan telepon dari pengacara HAM yang berbasis di inggris yang telah membantu pembangkang dari Saudi di Kanada dan menuntut NSO karena diduga ikut andil atas tindakan yang dilakukan pelanggannya. NSO mengirimkan perangkat lunaknya ke agen intelijen dari Timur Tengah dan aktivis di wilayah tersebut.
WhatsApp melakukan perbaikan server pada 10 Mei, dan merilis update versi pada tanggal 13 Mei. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan seperti NSO, tim peretas dan lainnya telah secara sadar menjual spyware ke negara-negara tertentu.
