Google Fuchsia tetap diselimuti oleh misteri, namun perusahaan raksasa tersebut perlahan-lahan mulai membuka mengenai sistem operasi generasi berikutnya tersebut, dan device apa yang mungkin memiliki kemampuan untuk menjalankan OS tersebut. Pada konferensi Google I/O minggu lalu, kepala Android dan Chrome Hiroshi Lockheimer, menawarkan beberapa wawasan langka yang mengacu pada Fuchsia di public.
Apa yang kita ketahui mengenai Fuchsia adalah bahwa Fuchsia merupakan project open source yang mirip dengan AOSP, namun dapat menjalankan berbagai macam device, mulai dari gadget smart home, laptop, hingga smartphone. Fuchsia juga diketahui akan dibuat di atas kernel baru Google yang disebut "zircon", yang sebelumnya sempat diketahui sebagai "magenta", dan bukan kernel Linux yang jadi pondasi dari Android dan Chrome.
Selain itu, tidak banyak hal yang dapat diungkap mengenai Fuchsia. Di atas panggung saat konferensi Google I/O kemarin, Lockheimer membuka suara tentang tujuan akhir Fuchsia.
"Fuchsia adalah tentang mendorong keadaan seni."
"Kami sedang melihat bagaimana pandangan baru mengenai sistem operasi yang seharusnya. Dan saya juga tau, di luar sana banyak orang yang sangat antusias berkata 'Oh ini adalah Android baru' atau 'Ini adalah Chrome OS yang baru'"
Lockheimer berkata "Fuchsia bukanlah tentang hal tersebut. Fuchsia adalah tentang mendorong 'the state of art' dengan fokus sistem operasi dan hal yang dapat kita pelajari dari Fuchsia dapat kita masukkan ke dalam produk lain.

